Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2024

Konstelasi Kebencian : "Aku benci hari-hari dengan smoke beef itu"

- Aku benci hari-hari dengan smoke beef itu -  15 Februari 2024 Menu smoke beef tampaknya menyenangkan Setelah terhidangkan ternyata remahan kentangnya bukan main Lebih enak dari potongan beef- nya yang kurang matang Tapi bumbu masakan padang itu tidak tertandingi Hari-hari dengan menu makan siang apapun Tetap bukan smoke beef yang menang Apalagi masakan padang dengan bumbunya Lalu?  Menu 'apapun' lah pemenangnya  Jika menu apapun itu bumbunya sepahit sikapmu

Konstelasi Kebencian : "Aku benci hari-hari dengan tester itu"

 - Aku benci hari-hari dengan tester itu - 14 Februari tahun ini, hari spesial katanya Tapi bagi siapa? Bagi yang sedang menang dalam perasaannya Salah, bukankah bagi seluruh rakyat Indonesia? Tepatnya bagi paslon yang unggul dalam perhitungan suara Ah persetan hari spesial Terlalu setiap hari aku merasakannya Sampai lupa letak spesialnya dimana Dan pada saat teringat,  Ternyata letaknya tertemukan saat tidak ada hari spesial bagiku Hari itu terasa sangat tidak spesial Manusia ini bekerja tanpa henti ..dan hati Pulang dengan tujuan tidur Makan dengan tujuan kenyang Menangis dengan tujuan sedih Tersenyum dengan tujuan bahagia Semua berjalan sesuai dengan polanya Kiranya inginku berjalan diluar pola Agar tampak 'spesial seperti biasanya' Pulang, makan, menangis, tersenyum dengan tujuan yang sama ..bercakap-cakap dengannya Lalu bagaimana dengan topik 'Aku benci hari-hari dengan tester itu' Lupakan, tester makanan manis itu kudapat saat perjalanan menuju pulangku yang membo...

Konstelasi Kebencian : "Aku benci hari-hari di toko buku"

 - Aku benci hari-hari di toko buku -  13 Februari 2024 Ajakan ke Blauran tampak menyenangkan Tapi tidak dengan Blaurannya Ternyata Blauran sudah ramai dengan ambisi materialistis para pedagangnya Tidak ada ketenangan, buku-buku hanya tersisa tuntunan sholat saja Kita mencari yang 'tidak ada' untuk dicari Teringat bahwa Surabaya bukan hanya soal Blauran saja Sudut lainnya dengan kios-kios buku yang tak ber-etik masih ada rupanya Tak ber-etik (?) buku ilegal yang dibenci penulisnya walaupun terisi tulisannya Kita beralih dari Blauran menuju salah satu gang di Jl.Semarang Kita mencari yang 'ada' untuk dicari Aku senang Selalu mengonsumsi untaian detik dengan rasa yang aku suka Di hari itu, dan hari-hari lainnya sebelum itu Tapi, apakah nafasku juga menyukainya? Atau hanya menjadi nafas karena tuhan yang menasibkannya Tidak diberi pilihan olehnya pada raga siapa nafas itu ditempatkan Dan pada suatu kebetulan, nafas itu bersua denganku Apakah ini tentang manusia dengan nafa...