Ku kira aku hanyalah korban cerita fiksi dalam berbagai prosa. Ternyata aku juga korbanmu dalam tragedi cerita perasaan ini.
...
Gugusan dialog diantara kita tak pernah ingkar dengan keramahannya. Ribuan detik kita konsumsi kala itu hanya untuk mendengarkan suara mesin kereta api, deruman kendaraan bermotor, hingga suara diorama museum.
Ruang diorama begitu bersejarah, kisah perjuangan pemuda dalam perobekan bendera di Hotel Yamato hingga kisah perjuanganmu memenangkan perasaanku terekam disana. Aku sibuk mendengarkan ocehan narator yang begitu enerjik menyampaikan ceritanya, yang kukira kau juga membersamai cerita sang narator. Ternyata kau tertangkap dengan sengaja mengalihkan perhatianku dengan tatapanmu. Hingga pada akhirnya tatapmu dan tatapku pun saling berkontestasi menemukan sebaik-baiknya penginterpretasian.
Surabaya, 05 Januari 2023
Comments
Post a Comment