Skip to main content

Ruang Diorama

Ku kira aku hanyalah korban cerita fiksi dalam berbagai prosa. Ternyata aku juga korbanmu dalam tragedi cerita perasaan ini.

...

Gugusan dialog diantara kita tak pernah ingkar dengan keramahannya. Ribuan detik kita konsumsi kala itu hanya untuk mendengarkan suara mesin kereta api, deruman kendaraan bermotor, hingga suara diorama museum.

 Ruang diorama begitu bersejarah, kisah perjuangan pemuda dalam perobekan bendera di Hotel Yamato hingga kisah perjuanganmu memenangkan perasaanku terekam disana. Aku sibuk mendengarkan ocehan narator yang begitu enerjik menyampaikan ceritanya, yang kukira kau juga membersamai cerita sang narator. Ternyata kau tertangkap dengan sengaja mengalihkan perhatianku dengan tatapanmu. Hingga pada akhirnya tatapmu dan tatapku pun saling berkontestasi menemukan sebaik-baiknya penginterpretasian.


Surabaya, 05 Januari 2023



Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Yang Dicintainya

Kita memiliki kesamaan dalam mencintai. Dia mencintai Indonesia, layaknya aku mencintai karya-karya Indonesia. Jika kalimatnya mengandung cerita tentang Soekarno dan Marsinah, kalimatku menerbitkan kekaguman pada Sapardi dan Pramodya. Aku membacanya seperti membaca novel Laut Bercerita milik Leila, sangat nasionalis. Tapi, aku sedang terjebak dalam euforia prosa romansa. Dimana cerita-cerita romantik menjadi dominasi dalam realitas saat ini.  Aku sedang tersandung dan belum bisa terbangun lagi untuk mulai membaca atmosfer baru. Galaksi bima sakti ini memberiku keadiktifan pada ilusi-ilusi romansa. Aku masih dalam mimpi-mimpi fana yang ingin lekas bangun untuk merasa dicintai secara utuh. Bisakah kau membantuku? Pintaku padanya suatu hari dalam hati. Indonesia dibuatnya senang karena suara teriakannya yang lantang akan perjuangan. Apakah dia mengharapkan dicintai kembali oleh Indonesia? Apakah Indonesia adalah subjek bernyawa yang dapat membalas cintanya? Tapi seolah-olah mencintai ...

Pengutus Ingin

  Jadilah narasi jika ingin dibaca Jadilah puisi jika ingin diterka Tapi,  menjadi aku yang tidak ingin menjadi narasi dan puisi adalah metafora mustahil Ternyata, Menjadi narasi harus pandai membaca dulu sebelum ingin dibaca Menjadi puisi harus pandai menerka dulu sebelum ingin diterka Menjadi aku yang tidak ingin menjadi narasi dan puisi harus pandai meniadakan 'ingin' Tapi,  Tidak ada pengutus yang mengharuskan peniadaan 'ingin' Jika memang 'ingin' itu menjadikan siapapun sebagai narasi dan puisi Jadilah yang sebaik baiknya memaknai :)

Konstelasi Kebencian : "Aku benci hari-hari dengan smoke beef itu"

- Aku benci hari-hari dengan smoke beef itu -  15 Februari 2024 Menu smoke beef tampaknya menyenangkan Setelah terhidangkan ternyata remahan kentangnya bukan main Lebih enak dari potongan beef- nya yang kurang matang Tapi bumbu masakan padang itu tidak tertandingi Hari-hari dengan menu makan siang apapun Tetap bukan smoke beef yang menang Apalagi masakan padang dengan bumbunya Lalu?  Menu 'apapun' lah pemenangnya  Jika menu apapun itu bumbunya sepahit sikapmu