Sejak aku mengajakmu berkenalan dengan perpustakaan ini, tempat ini tak hanya menjadi ruang baca bagiku. Kini, ruang ini menyimpan fungsi ganda, menjadi ruang baca sekaligus ruang bercerita. Hadirmu meringankan pikiranku. Bukan lagi teori menyebalkan dalam buku Tan Malaka yang kubaca, tapi membacamu tanpa teori apapun menjadi hal yang paling aku suka. Selain membaca, bercerita adalah verba paling menyenangkan saat subjeknya adalah kau dan aku.
Aku menganggapnya sebuah fenomena, ketika aku bisa menikmati senyummu saat kau menyanjungku. Aku memang tak sepandai dirimu dalam mengkonstelasikan kalimat-kalimat menakjubkan, kalimat yang membuatku semakin percaya akan penerimaan diri ini. Tapi percayalah aku akan selalu menjadi pemakna terbaik untukmu.
Di tengah perbincangan, kau bertanya hal yang tidak bisa aku jelaskan secara kompleks. Aku terlalu pengecut untuk sebuah pengakuan. Bisaku hanya menyembunyikan pengakuan itu di setiap sela-sela rakitan aksara. Tinggal apakah kau orang yang tepat dalam menemukan jawaban yang selalu aku hidangkan tersirat.
Surabaya, 21 Maret 2023
Comments
Post a Comment